Sleman – Perkemahan Bakti Saka (Pertika) yang diselenggarakan oleh Saka Pariwisata Sleman telah memasuki malam terakhir, rabu (21/2) yang bertempat di Bumi Perkemahan Jaka Garong. Pada puncak malam terakhir ini Saka Pariwisata Sleman menghadirkan Jumpa Tokoh Inspiratif yang dimulai pada 19.30 waktu setempat.
Jumpa tokoh inspiratif ini menghadirkan dua tokoh yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di kabupaten sleman yaitu Kak M Iqbal Yuson M.M dan Kak Ishadi Zayid, S.H. jumpa tokoh ini mengusung tema Sleman The Living Culture.
Pada kesempatan tersebut Kak Iqbal menyampaikan pariwisata berbasis kebudayaan. Kak Iqbal menyampaikan bahwa konsep Sleman The Living Culture dicanangkan pada 15 Mei 2017 (HUT Sleman 101).
“Culture atau budaya adalah Segala hasil cipta rasa dan karsa dari sesorang dari proses pembelajaran/pendidikan. Di Sleman ada pilar pilar penyangga kebudayaan salah satunya adalah Angkringan. Angkringan menjadi salah satu penyangga perekonomian yang mana masyarakat dapat berkumpul dan mengisi perut dengan harga ekonomis dan dapat di jangkau oleh semua kalangan.” Ujar Kak Iqbal.
Kak Erwin selaku moderator kegiatan menyebutkan bahwa setidaknya pada tahun 2023 terdapat target kunjungan sebanyak kurang lebih 7 juta wisatawan, dan telah dilampaui dengan 7,2 juta kunjungan wisatawan pada tahun tersebut. hal ini memperkuat gagasan bahwa budaya menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
“Strategi keberjasilan pariwisata, bersinergi dan berkolaborasi dengan mitra kita. Pengelola pariwisata harus kreatif. Yang tidak kalah penting adalah perkembangan dan pertumbuhan desa wisata. ” Ujar Kak Ishadi.
Desa Wisata adalah konsep pariwisata yang berkembang di beberapa negara, terutama di Indonesia. Ini adalah sebuah desa yang diatur dan dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata yang berkelanjutan. Desa-desa ini seringkali memiliki keindahan alam, kearifan lokal, dan budaya yang khas, serta menyediakan pengalaman langsung kepada wisatawan tentang kehidupan masyarakat setempat.
“Strategi kedepan bagaimana mendorong tumbuhnya desa wisata yang nanti menjadi salah satu penopang roda perekonomian di kabupaten sleman.” Ujar Kak Ishadi selanjutnya.
Meskipun demikian adanya desa wisata ini masih terdapat kendala salah satunya adalah Sumber Daya Masyarakat yang mumpuni dan mampu bersaing dengan kompetitor swasta yang mulai berkembang di Kabupaten Sleman. Salah satu kompetitor pariwisata yang mulai bekembang antara lain berdirinya wisata alam yang dikelola dan dimiliki oleh swasta. oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan stackeholder masyarakat di Kabupaten Sleman saat ini bahu membahu untuk mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki melalui pemberdayaan sumberdaya manusia khususnya melalui pemuda.
“Pariwisata salah satu sektor yang membutuhkan pemuda untuk melestarikanya” Ujar Kak Iqbal diakhir sesi jumpa tokoh.
Baca Juga: bmwslot88

