Sleman — Dewan Kerja Cabang (DKC) Sleman kembali menggelar kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (BARATA) XL dengan mengusung tema “Jelajah Bhumi Medang”. Kegiatan tersebut resmi dimulai pada Minggu (28/12/2025) dengan titik pusat pemberangkatan di Lapangan Pemda Sleman.
Upacara pembukaan berlangsung dengan khidmat dipimpin oleh Kak Danang Maharsa, S.E. (Wakil Bupati Sleman) selaku Pembina Upacara. Kegiatan ini diikuti 83 Sangga dari 37 Pangkalan dengan total kurang lebih 664 peserta.
Dalam sambutannya, Kak Danang Maharsa, S.E., menegaskan bahwa BARATA XL ini merupakan tonggak perjalanan panjang yang penuh dengan semangat perjuangan. “BARATA bukan sekadar perjalanan fisik menapaki rute-rute yang telah ditentukan, tetapi merupakan perjalanan yang bertujuan untuk melatih disiplin, memperkuat karakter, ketangguhan, rasa persaudaraan dan cinta tanah air,” tegasnya.
Tema “Jelajah Bhumi Medhang” mengajak seluruh peserta untuk mengenal dan memahami, sejarah, budaya, serta peradaban yang telah mengakar di wilayah Sleman.
Ketua Sangga Kerja BARATA XL, Kak Retna, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir. Fokus utama sangga kerja adalah memastikan koordinasi antar-seksi berjalan lancar, mulai dari registrasi, keamanan, hingga administrasi.
“Tadi malam kami sudah melakukan briefing setelah doa bersama, saya memastikan seluruh seksi siap, mulai dari keamanan hingga kesehatan. Harapan kami kegiatan ini sukses karena seluruh sangga kerja telah bekerja secara maksimal,” Ujar Kak Retna. Ia juga berpesan agara seluruh peserta tetap menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan.
Antusiasme tinggi terlihat dari peserta, salah satunya Kak Yuki Mahameru dari pangkalan HI. Sebagai thole dan finalis eco-preneur, ia telah mempersiapkan fisik dan mental secara khusus.
”Persiapannya mulai dari fisik hingga mental untuk menghadapi tantangan di jalan nanti. Motivasi saya ikut BARATA 40 ini adalah untuk melatih kepramukaan dan kedisiplinan diri,” ungkap Kak Yuki. Ia juga memberikan pesan penyemangat bagi rekan-rekannya: “Tetap semangat! intinya jangan sampai jatuh karena kalau jatuh posisinya pasti mundur ke belakang!”.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman masa bakti 2020-2025, Kak Ery Widaryana, M.M., menyampaikan bahwa “Jelajah Bhumi Medang” bertujuan agar peserta memahami sejarah Kerajaan Mataram Kuno yang pernah berjaya di Bumi Sembada.
”Melalui BARATA 40, kami ingin kaum muda tidak hanya berwisata atau jalan bersama, tapi juga belajar sejarah Mataram. Kami ingin menekankan penguatan karakter; bahwa momen tahun baru bukanlah untuk berhura-hura, melainkan waktu untuk introspeksi diri dan menyiapkan potensi untuk masa depan,” jelas Kak Ery.

Langkah pertama etape hari ini menjadi awal dari rangkaian perjalanan panjang yang penuh makna. Melalui pengawasan ketat oleh Sangga Kerja dan dukungan dari Kwarcab Sleman, BARATA 40 bukan hanya sekadar pengembaraan fisik, tetapi juga sebagai momentum refleksi akhir tahun yang mendalam dan berkesan bagi setiap peserta.
